Selasa, 01 Juli 2014

MIO J : MENGGANTI STANDAR TENGAH DAN SAMPING MIO J DENGAN STANDAR TENGAH DAN SAMPING X-RIDE

Setelah mengganti shock belakang Mio J dengan shock belakang X-Ride, Mio J saya terlihat sangat miring saat distandar samping, dan ban belakang hampir menyentuh tanah saat distandar tengah. Lalu terpikir, bahwa sebelum mengganti yang lainnya (shock depan, ban, dll.) agar aman harus mengganti dulu standarnya.

Tanggal 2 Maret 2014 saya pesan standar tengah dan standar samping X-Ride di beres Yamaha D. Harga total Rp. 118.000, saya bayar DP Rp. 100.000. Pada tanggal 4 Maret 2014 menerima SMS dari beres tersebut bahwa barang pesanan sudah datang. Wah cepat sekali. Namun baru besoknya tanggal 5 Maret 2014 saya datang ke beres dan minta mekanik mengganti standar tengah dan samping Mio J dengan standar tengah dan samping X-Ride di beres tersebut.  Di beres ini pesanan memang cepat, namun ongkos masang terasa mahal karena harus dibayar total Rp. 150.000 dengan parts. Jika diperhatikan dalam kuitansi, harga 3 parts (standar tengah, per standar tengah, dan standar samping) Rp. 109.090 (bukan Rp. 118.000), ongkos service  Rp. 27.273. Jumlah Rp 136.363. Bayar PPN 10% dari jumlah total atau Rp. 13.637. Walah masang yang beginian sampai Rp. 27.273, tambah PPN lagi. Angkanya aneh-aneh. Pasti terkait dengan debet-kredit yang harus balance. Saya konfirmasi perihal service bahwa saya tidak melakukan service melainkan cuma minta pasang parts, kata mereka memang itu ongkos pasangnya. Hadeuh.


Parts standar X-Ride yang dibeli (pada gambar dilingkari warna merah) :


Hasilnya, Mio J saya jadi berat saat diangkat dan tinggi saat distandar tengah. Ban belakang jadi jauh dari permukaan tanah. Menimbulkan bunyi prak yang keras saat diturunkan, seperti suara jatuhnya barang dari suatu ketinggian. Ini mungkin berasal dari suara standar tengah (yang ditarik pegas) menabrak karet, dan suara ban dan shock belakang yang jatuh menghantam tanah. Mungkin untuk mengatasinya ukuran ban harus ditambah agar ketinggian antara ban dan tanah berkurang sehingga jatuhnya tidak menimbulkan suara yang terlalu keras .





Saat distandar samping motor seperti berdiri atau kurang miring. Wah, bisa kurang safety nih, gampang roboh. Harus cepat-cepat tinggikan shock depan dan atau mengganti roda depan dengan yang lebih tinggi.


Kemudian pengait kaki pada standar samping saat rest jadi menonjol ke luar dari garis (kontur) dek, dan sering menyundul betis kaki kiri.

Hal ini karena bentuk pengait kaki pada standar samping Mio J berbeda dengan punya X-Ride (pada gambar dilingkari warna hijau). Harus dimodif nih.


Beberapa minggu kemudian, saya melepas standar samping X-Ride sendiri. Susah juga urusan dengan buka pernya. Dengan menggunakan batang besi yang ditekukan seperti kail, akhirnya per dapat saya taklukan. Kemudian saya bawa standar samping X-Ride dan Mio J ke  bengkel las Pa Aceng di Panyingkiran. Tukang las saya minta mengubah pengait standar samping X-Ride agar menyerupai standar samping Mio J dan mengecatnya. Agar tidak susah dan lama, penguatnya tidak menggunakan plat seperti standar samping Mio J, tapi hanya dengan batang besi yang disambungkan. Pekerjanya minta dibayar Rp. 20.000.

Di rumah saya pasang kembalistandar samping X-Ride yang sudah dimodif dan dicat kembali tersebut. Memasang pernya dibantu batang besi yang dibentuk kail. Inilah hasilnya :




Pengait standar samping X-Ride yang telah dimodif, tidak terlalu menonjol ke luar dari garis (kontur) dek Mio J.